My Link

Kamis, 06 Januari 2011

Inggris Kembangkan Helm Pilot Tempur Canggih

Inggris Kembangkan Helm Pilot Tempur Canggih

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Satu lagi inovasi teknologi militer dikembangkan Inggris. Kali ini negeri itu mengembangkan helm pilot militer baru bernama Striker yang memungkinkan pilot pesawat tempur mengarahkan serangan kepada musuh hanya dengan melihatnya. Sekali tatap, musuh langsung musnah.

Helm tersebut dikembangkan BAE System dan telah diuji coba dalam penerbangan pesawat RAF Typhoon. Juru bicara BAE mengatakan, "Helm ini dilengkapi optik detektor canggih yang terintegrasi untuk mendukung keakuratan pada ketinggian rendah, sedang, dan tinggi."

"Biasanya kami harus menguntit di belakang pesawat lawan untuk menguncinya dan menyerang (disebut dogfight dalam istilah militer). Dengan helm ini kami tinggal mengarahkan senjata dengan kepala," kata Mark Bowman, pemimpin pilot, kepada harian The Sun.

Untuk melakukan serangan dengan alat ini, langkah pertama yang harus dilakukan pilot adalah membaca radar untuk mengetahui posisi musuh. Selanjutnya, ketika musuh sudah ada dalam jangkauan pandang, pilot tinggal menatapnya dan memberi perintah serangan.

Ketika pilot menatap, optik yang ada pada helm akan bekerja mendeteksi. Selanjutnya, hasil bacaan dikirim ke sensor di bagian kokpit. Mekanisme selanjutnya adalah pengantaran perintah ke bagian persenjataan. Ketika perintah sudah dibuat, musuh pun akan segera musnah.

Juru bicara BAE mengatakan, "Sementara sistem dikembangkan oleh Eurofighter Typhoon, desain modularnya bisa dipakai di semua platform." Helm tersebut rencananya dijual dengan harga 250.000 poundsterling. (DAILYMAIL)


sumber : http://www.tribunnews.com/2011/01/06/inggris-kembangkan-helm-pilot-tempur-canggih

Aplikasi Canggih Deteksi Emosi Lewat Percakapan

Jakarta - Sebuah aplikasi canggih yang dipresentasikan developer bernama Susana Hernandez Munoz di Portugal, sangat unik. Aplikasi bernama RFuzzy ini bisa mendeteksi emosi seseorang melalui analisa percakapan.

Di ajang First International Conference on Fuzzy Computation yang dihelat di Madeira, Portugal, Susana memperlihatkan bahwa aplikasi yang diciptakannya mampu mengindentifikasi emosi yang tersembunyi dalam ekspresi bicara, sehingga dapat diketahui apakah si pembicara sedang sedih, bahagia atau gugup.

"Aplikasi ini diterapkan dalam pemrograman bahasa bernama Prolog. Prolog sendiri beroperasi dengan sesuatu yang disebut fuzzy logic dan sering digunakan untuk aplikasi kecerdasan artifisial dan sistem ahli," papar Susana dalam presentasinya, dikutip detikINET dari Science Daily, Kamis (25/11/2010).

Selain digunakan untuk mendeteksi emosi dalam percakapan manusia, RFuzzy juga telah digunakan untuk meningkatkan kecerdasan robot. Contohnya, RFuzzy diterapkan pada robot yang bertarung di ajang liga sepak bola robot dunia atau RoboCupSoccer. Disini, RFuzzy berperan penting dalam analisa percakapan maupun tingkat kecerdasan emosional para robot pesepak bola.

Susana menjelaskan, mekanisme logis RFuzzy meninggalkan beberapa margin interpretasi ke komputer. Selanjutnya, komputer akan membuat keputusan berdasarkan sederet aturan logis yang digunakan sebagai parameter pengukuran meliputi volume suara, tingkat nada, kecepatan dan sebagainya.


sumber : http://www.detikinet.com/

Toilet Canggih Pendeteksi Urin dengan Musik Penghibur

Bukan hanya komputer atau ponsel yang canggih, bahkan toilet kini dirancang dengan teknologi khusus. Harganya bahkan ada yang mencapai 3000 dolar AS! Jangan salah, kemajuan teknologi membuat sebuah toilet bisa semahal itu. Bahkan bukan tak mungkin akan lebih mahal lagi. Seperti apa toilet-toilet yang harganya lebih mahal dari laptop itu?
Salah satunya adalah toilet yang dilengkapi dengan penyaring udara yang menekan bau tak sedap. Ada juga penyinaran bercahaya lembut sehingga membantu pengelihatan saat digunakan di malam hari. Cahaya temaram ini maksudnya agar mata tidak kaget saat kita “mules” di tengah malam.
Toilet bermek Kohler tipe C3-200 itu secara otomatis akan memancarkan air bersih sebagai pengganti tisu tanpa suara berisik. Seluruh bodinya juga dilapisi dengan plastic anti mikrobakteri. Ada sensor khusus sehingga air dan lampu akan menyala langsung begitu seseorang duduk di atasnya. Tak ketinggalan penghangat yang membuat pengguna tidak menggigil kedinginan kalau terlalu lama berada di atasnya.
Walau belum dilengkapi pemutar MP3, toilet ini juga dilengkapi dengan remot yang mampu diprogram bagi dua pengguna sekaligus Dan seperti kebanyakan produk canggih lain, toilet mewah ini diklaim ramah lingkungan sebab efisien dalam penggunaan energi.
Bukan hanya di AS, pakar teknologi Jepang, Matsushita, juga tak mau ketinggalan dalam inovasi toilet canggih. Toilet ini dilengkapi dengan sejumlah elektroda yang mengirimkan sinyal elektrik ke pantat penggunanya. Dari sini dapat diukur rasio lemak tubuhnya, sehingga pengguna dapat mengontrol berat badan.
Musik Penghibur
Kompetitornya, Inax, juga merilis toilet yang dapat menyala di tempat gelap dan otomatis mengalirkan air begitu diduduki. Dan si pengguna akan terhibur dengan enam jenis musik penghibur, suara desingan air, angin bertiup, sampai ke musik tradisional Jepang. “Toilet adalah satu-satunya tempat dimana kita bias sendirian dan tenang,” ujar Masahiro Iguchi, kepala bagian marketing Inax seperti yang dikutip oleh New York Times.
Pada Mei lalu, Matsushita juga merilis toilet seharga 3000 dolar AS yang dilengkapi pengatur udara. Pada Juni kemarin Toto, perusahaan toilet asal Jepang juga, merilis toilet bernama WellyouII, toilet yang mampu mengukur kandungan gula dalam urin melalui tangan mekanisnya.
Toilet yang kini tengah dikembangkan Toto adalah toilet yang mampu mencerna perintah suara manusia. Menurut Ryosuke Hayashi dari Toto, toilet ini didukung dengan musik hiburan, dan mampu merekam pesan personal dari ibu atau guru bagi anak-anak. “Anak-anak akan belajar buang air sendiri tanpa bantuan orang tua,” demikian Hayashi.

Mengelola Kebun Sawit Gaya Mutakhir

Untuk mengelola secara efektif kebun sawit dengan luas ratusan ribu hektare – seperti dijalankan PT Astra Agro Lestari – tak cukup hanya memperhatikan masalah sarana produksi ataupun mekanisasi. Manajemen data secara modern pun menjadi syarat penting keberhasilan.


Mengelola dan mengontrol bisnis kebun sawit yang luasnya mencapai ratusan ribu ha bukan soal mudah. Apalagi site kebunnya terpencar-pencar. Untuk mengawasi secara fisik saja, sudah terbayang repotnya.
Begitu pula kaitannya dengan pengelolaan dan pengawasan data/informasinya. Dalam banyak kasus, tak jarang koordinasi dan pelaporan data ke kantor pusat terlambat. Contohnya, dokumen yang dikirim dari site berupa hard copy baru bisa sampai ke kantor pusat sebulan kemudian. Dengan begitu, pengambilan keputusan yang dilakukan bisa dibilang “action” terhadap kondisi yang sudah lama terjadi.
Persoalan semacam itu pernah dialami PT Astra Agro Lestari Tbk. (AAL) beberapa tahun lalu, ketika mekanisme kerja di perusahaan agribisnis Grup Astra ini masih banyak dilakukan secara manual. “Komunikasi antar-site dan juga ke head office merupakan aktivitas yang tidak dapat dihindarkan lagi, baik dengan pengiriman dokumen hard copy maupun komunikasi via elektronik (e-mail),” ujar Dedi Kurniadi, Kepala Divisi TI AAL. “Kadang-kadang terjadi misalignment antara kebijakan manajemen dengan pelaku operasional. Kebijakan itu juga terkadang tidak sampai ke front liner,” ia menambahkan.
Sebagai perusahaan agribisnis besar, jangkauan wilayah kerja AAL cukup luas, dari ujung barat Sumatera (Aceh) sampai ujung timur Sulawesi (Morowali). Perusahaan ini memiliki 43 site. Perkebunan kelapa sawit AAL terbagi atas beberapa wilayah, yaitu Andalas 1 (A1) meliputi tiga site dengan luas 12,6 ribu ha; Andalas 2 (A2) mencakup 10 site seluas 61 ribu ha; Andalas 3 (A3) terdiri dari tiga site seluas 33 ribu ha; Borneo 1-3 lebih dari 100 ribu ha; dan Sulawesi seluas 185 ribu ha. Ke depan, AAL menargetkan bisa memiliki luas kebun hingga 500 ribu ha. Dengan kebun luas yang tersebar seperti itu jelas menghadirkan tantangan tersendiri.
Ada lagi kekhasan bisnis AAL, yakni yang dikelolanya – tanaman sawit – merupakan makhluk hidup yang memiliki masa produktivitas tertentu, dan tidak dapat dipaksakan seperti halnya memproduksi barang manufaktur/otomotif. “Pengelolaan makhluk hidup lebih kompleks dan rumit. Tergantung pada karakteristiknya: usia, topologi tanah, nutrisi, dan sebagainya,” Dedi menjelaskan.
Melihat situasi dan permasalahan seperti itu, menurut Dedi, pemanfaatan dan implementasi teknologi informasi (TI) yang dipilih mestilah solusi yang cocok, sehingga bisa membantu perusahaan meningkatkan performa, yang berujung pada peningkatan revenue dan net profit. Nah, untuk dapat meningkatkan performa, dengan kondisi areal AAL yang tersebar di beberapa tempat, diperlukan alur informasi yang cepat, tepat dan tertib dari kantor afdeling ke kantor besar, dan dari site ke kantor pusat. “Tersajinya informasi secara cepat, tepat, tertib dan akurat, dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan untuk terwujudnya continuous improvement,” kata Dedi menegaskan.
Perlu dijelaskan, istilah site mengacu pada sebuah lokasi yang menandai legalitas perusahaan yang dikepalai oleh seorang kepala cabang. Satu site biasanya terdiri dari 15-20 afdeling. Satu afdeling terdiri dari 20-25 blok, yang dikomandoi oleh dua-tiga mandor. Satu mandor mengawasi 15-20 orang pemanen sawit.
Bertolak dari pentingnya kehadiran TI yang memadai – walaupun agak terlambat jika melihat sejarah perusahaan itu yang berdiri sejak 1983 – AAL pun mulai memodernisasi sistem TI secara total pada 2005. Implementasi teknologi canggih di industri perkebunan yang dilakukan AAL berfokus pada pengembangan tiga sistem aplikasi. Pertama, Enterprise Resource Planning (ERP), yang menggunakan solusi khusus perkebunan dari sebuah vendor asal Eropa. Investasinya mencapai US$ 2 juta, dengan modul mencakup Finance, Distribution dan Human Resouce Management (HRIS).
Menurut Dedi, sebelumnya masing-masing sistem aplikasi (modul) berdiri sendiri, dan disesuaikan dengan unit bisnisnya, misalnya HR, Accounting, Tax, dan sebagainya. Ketika itu, masing-masing sistem aplikasi dari site dikonsolidasikan ke kantor pusat menggunakan jalur File Transfer Protocol (FTP). Agar masing-masing bagian lebih mudah melakukan rekonsiliasi, maka diimplementasikanlah sistem ERP yang terintegrasi dan tersentral di kantor pusat. Dengan begitu, konsolidasi data tidak diperlukan lagi, karena setiap site melakukan transaksi yang langsung terkoneksi ke kantor pusat secara real time.
Singkatnya, dengan sistem ERP ini, tracking transaksi di site dapat diperoleh pada hari dan jam yang sama. Contohnya, ketika ada pengiriman armada CPO ke dermaga dari sebuah site, saat itu pula di kantor pusat sudah dapat diketahui jumlah (tonase) CPO yang dikirim, berikut data jam pengiriman, sesuai dengan nomor SJ/DO pengiriman. “Ketika armada tiba di dermaga pun sudah langsung dapat diketahui pada saat itu,” papar Dedi yang membawahkan 24 staf TI.
Aplikasi penting kedua adalah Plantation Management System (PMS). Aplikasi yang dikembangkan sendiri ini dibutuhkan untuk seluruh proses di site. Total investasi buat PMS ini sekitar Rp 1,6 miliar. Seperti diketahui, pada umumnya kualitas CPO menyangkut rendemen dan free fatty acid (FFA). Guna mendapatkan CPO yang berkualitas diperlukan kontrol (grading) tandan buah segar (TBS) yang akan diolah. Kualitas TBS dapat dijaga pada saat panen. Nah, dengan sistem PMS, kualitas TBS dicatat secara harian, sehingga mandor dan asisten dapat mengetahui kualitas TBS secara harian. Jika ada kualitas yang tidak sesuai dengan standar, informasi dari PMS dapat dijadikan umpan balik untuk perbaikan di hari selanjutnya. Karena itu pula, setiap hari mandor/asisten dapat memacu produktivitas karyawan. Performa setiap karyawan akan terpampang di semacam fitur “majalah dinding” (dengan adanya modul Performance-Driven Management System). “Dengan terpampangnya performa harian, setiap karyawan dapat terpacu dengan sendirinya. Tentunya, menjadi sebuah kebanggaan ketika prestasi bagus kami terpampang,” ujar Dedi.
Aplikasi penting ketiga adalah Geographical Information & Management System (GIMS), yang juga dikembangkan sendiri oleh tim TI AAL. GIMS ini merupakan dashboard dalam pengelolaan site. Informasi yang disajikan merupakan hasil pengolahan data yang dikirim dari site ke kantor pusat setiap hari. Informasi disajikan sampai level blok, sehingga para manajer site dapat mudah memonitor blok yang menjadi wilayahnya. “GIMS ini masih terus dikembangkan ke arah lini-lini lain untuk dapat membantu kalangan manajemen yang berkepentingan,” Dedi menerangkan.
Begitulah, ketiga sistem aplikasi penting tadi menjadi pilar bagi berjalannya alur kerja di perkebunan kelapa sawit ini. Gambarannya bisa dicontohkan sebagai berikut. Misalnya, satu afdeling melakukan panen, per 11 Desember oleh 15 pemanen. Seorang pemanen rata-rata mendapat 1,3 ton. Hasil panen itu dicatat di kertas oleh mandor, lalu direkap di kantor afdeling. Selanjutnya diberikan ke kantor besar untuk di-input di aplikasi PMS. Dari PMS setiap hari data seperti itu dikirim via satelit. Data itu kemudian masuk ke aplikasi GIMS, yang selanjutnya bisa diakses oleh direktur area, dewan direksi (BoD), dan manajemen site.
Tentunya, untuk menjalankan sistem aplikasi tersebut pihak AAL telah membangun infrastrukturnya. Antara lain, server yang ditujukan untuk mempermudah aliran informasi. Jika sebelumnya lalu lintas data dari satu site ke kantor pusat dikirim melalui pos berbentuk hard copy, sekarang sudah ada teknologi elektronik pendukungnya, dengan infrastruktrur satelit/VSAT. Begitu pula ada infrastruktur server untuk aplikasi back office (ERP).
Infrastruktur lainnya, yakni jaringan Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi. Jaringan LAN dipasang di kantor pusat dan seluruh site. Juga, ada jaringan Wide Area Network yang menghubungkan site dengan kantor pusat, dan Internet. Tak heran, transaksi berbasis ERP dapat dilakukan secara real time dan tersentralisasi. Adapun Wi-Fi merupakan nilai tambah, yang berfungsi agar kantor pusat lebih mudah mengakses aplikasi e-mail Lotus Notes, FTP, dan dan server data dari lantai dasar sampai lantai lima, hingga sekeliling perkantoran.
AAL pun tak lupa dengan langkah antisipasi. “Saat ini kami sedang menyusun skenario Disaster Recovery Plan dan konfigurasi Disaster Recovery Centre sebagai antisipasi agar bisnis dapat tetap berlangsung jika terjadi bencana. Paling tidak, data transaksi masih dapat terselamatkan,” Dedi mengungkapkan.
Di luar itu, guna meningkatkan pelayanan kepada user dan unit bisnis, AAL telah pula membentuk IT Service Desk yang membantu karyawan jika ada masalah terkait dengan TI. Selain itu, program pelatihan rutin diberikan kepada karyawan untuk mendukung pekerjaan mereka.
Dalam praktik di AAL, satu site biasanya dilengkapi satu server PMS dan empat PC untuk kebutuhan entri. Sementara itu, di kantor pusat disediakan satu server PMS, dua server ERP, 20 unit terminal server lainnya, dan 20 terminal klien.
Bagaimana dampak bisnis dari segenap inisiatif di bidang TI ini? Diklaim Dedi, dalam beberapa tahun terakhir AAL memperlihatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan. Misalnya, produksi fresh fruit bunch selama 15 tahun terakhir (sejak 1992) mengalami kenaikan hampir 15 kali lipat. Bila tahun 1992 jumlah produksinya 256 ribu ton, meningkat jadi 921 ribu ton pada 2007, dan melonjak jadi 3.938 ribu ton pada 2008. Sementara itu, produksi CPO naik hampir 19 kali lipat. Tahun 1992 produksinya hanya 49 ribu ton, meningkat drastis jadi 921 ribu ton pada 2007 dan 982 ribu ton tahun berikutnya.
Adapun revenue dalam 15 tahun terakhir mengalami kenaikan hampir 124 kali lipat. Jika pada 1992, revenue AAL hanya Rp 48 miliar, meningkat drastis menjadi Rp 5,96 triliun pada 2007, dan menjadi Rp 8,16 triliun pada 2008. Di samping itu, net profit yang pada 2007 sebesar Rp 1,97 triliun menjadi Rp 2,6 triliun pada 2008.
Tak hanya itu. Revolusi sistem TI yang dilakukan manajemen AAL juga dirasakan manfaatnya oleh kalangan internal. Hal itu diakui Dony Yoga, Kepala Operasional Site Area Andalas 2 AAL. Menurut Dony, sebelumnya data operasional masih terkotak-kotak di bagian masing-masing, sehingga belum menjadi sebuah informasi yang holistik. Tentu saja, hal itu menyulitkan dalam proses pengambilan keputusan karena informasinya masih berupa “pulau-pulau” (island). “Sekarang sudah sangat berubah, baik dalam hal data maupun informasi. Juga, sistem komunikasi antara personel site dan head office jauh lebih baik,” kata Dony.
Yang terpenting, menurut Dony, dengan adanya analisis data operasional yang lengkap ia dapat melakukan positioning kinerja, karena bisa melihat performa perkebunan dalam satu grup AAL. Dengan begitu, ia punya pegangan untuk selalu meningkatkan performa menjadi yang terbaik. “Saya berharap, ke depan, sistem TI yang terintegrasi harus dibuat lebih presisi dan lebih detail lagi dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh bagian operasional,” katanya berharap.
Saldin Rusmajadin dari Divisi Internal Auditor AAL juga merasakan manfaat dari perombakan sistem TI di perusahaannya. Terutama membantu proses auditing di AAL, serta proses tracking data yang lebih cepat, akurat dan transparan. “Ke depan, yang perlu lebih diperbaiki adalah meningkatkan kemampuan hardware dan software sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, meningkatkan bandwidth sesuai dengan peningkatan transaksi,” Saldin menyarankan.

Robot

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.
Ketika para pencipta robot pertama kali mencoba meniru manusia dan hewan, mereka menemukan bahwa hal tersebut sangatlah sulit; membutuhkan tenaga penghitungan yang jauh lebih banyak dari yang tersedia pada masa itu. Jadi, penekanan perkembangan diubah ke bidang riset lainnya. Robot sederhana beroda digunakan untuk melakukan eksperimen dalam tingkah laku, navigasi, dan perencanaan jalur. Teknik navigasi tersebut telah berkembang menjadi sistem kontrol robot otonom yang tersedia secara komersial; contoh paling mutakhir dari sistem kontrol navigasi otonom yang tersedia sekarang ini termasuk sistem navigasi berdasarkan-laser dan VSLAM (Visual Simultaneous Localization and Mapping) dari ActivMedia Robotics dan Evolution Robotics.
Ketika para teknisi siap untuk mencoba robot berjalan kembali, mereka mulai dengan heksapoda , platform berkaki banyak ada juga robot berjalan naik turun tangga . Robot-robot tersebut meniru serangga dan arthropoda dalam bentuk dan fungsi. Tren menuju jenis badan tersebut menawarkan fleksibilitas yang besar dan terbukti dapat beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, tetapi biaya dari penambahan kerumitan mekanikal telah mencegah pengadopsian oleh para konsumer. Dengan lebih dari empat kaki, robot-robot ini stabil secara statis yang membuat mereka bekerja lebih mudah. Tujuan dari riset robot berkaki dua adalah mencapai gerakan berjalan menggunakan gerakan pasif-dinamik yang meniru gerakan manusia. Namun hal ini masih dalam beberapa tahun mendatang.
Masalah teknis lain yang menghalangi penerapan robot secara meluas adalah kompleksitas penanganan obyek fisik dalam lingkungan alam yang tetap kacau. Sensor taktil dan algoritma penglihatan yang lebih baik mungkin dapat menyelesaikan masalah ini. Robot Online UJI dari University Jaume I di Spanyol adalah contoh yang bagus dari perkembangan yang berlaku dalam bidang ini.
Belakangan ini, perkembangan hebat telah dibuat dalam robot medis, dengan dua perusahaan khusus, Computer Motion dan Intuitive Surgical, yang menerima pengesahan pengaturan di Amerika Utara, Eropa dan Asia atas robot-robotnya untuk digunakan dalam prosedur pembedahan minimal. Otomasi laboratorium juga merupakan area yang berkembang. Di sini, robot benchtopdigunakan untuk memindahkan sampel biologis atau kimiawi antar perangkat seperti inkubator, berupa pemegang dan pembaca cairan. Tempat lain dimana robot disukai untuk menggantikan pekerjaan manusia adalah dalam eksplorasi laut dalam dan eksplorasi antariksa. Untuk tugas-tugas ini, bentuk tubuh artropoda umumnya disukai. Mark W. Tilden dahulunya spesialis Laboratorium Nasional Los Alamos membuat robot murah dengan kaki bengkok tetapi tidak menyambung, sementara orang lain mencoba membuat kaki kepiting yang dapat bergerak dan tersambung penuh.
Robot bersayap eksperimental dan contoh lain mengeksploitasi biomimikri juga dalam tahap pengembangan dini. Yang disebut "nanomotor" dan "kawat cerdas" diperkirakan dapat menyederhanakan daya gerak secara drastis, sementara stabilisasi dalam penerbangan nampaknya cenderung diperbaiki melalui giroskop yang sangat kecil. Dukungan penting pekerjaan ini adalah untuk riset militer teknologi pemata-mataan tetapi hal ini tdak sesuai dengan 3 prinsip robot yaitu:1.robot tidak boleh mencelakakan manusia,2.robotharus menaati printah manusia asalkan tidak bertentangan dgn prinsip 1,3.jika diserang manusia ia harus melindungi diri sendiri jika hal itu bertentangan dgn prinsip 1dan2.





sumber : wikipedia

Teknologi

Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.
Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita.
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :
  • Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.

  • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.

  • Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modal.


  • sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi